//
you're reading...
ARTIKEL PAJAK

PEMOTONGAN PAJAK PPh.23

1. Dalam suatu pertanyaan yang dilontarkan kepada Direktorat Jenderal Pajak dikemukakan bahwa:
a. BUT ABC adalah perusahaan Kontrak Production Sharing (KPS) di bidang Minyak
dan Gas yang dalam aktivitasnya banyak menggunakan jasa perusahaan lain untuk
menunjang kegiatannya.
b. Kontrak antara ABC dengan kontraktornya dibuat dalam satu paket. Hal ini berarti
bahwa satu kontrak support service mencakup Manpower, Equipment, dan
Fee/Margin kontraktor.
c. Pada saat kontraktor menagih invoice ke ABC, dirinci sebagai berikut:
– Kontrak untuk Heavy Equipment
Operation Maintenance Support Services Manpower cost Rp 50.000.000,00
– Equipment cost Rp 100.000.000,00
– Fee/Margin Rp 30.000.000,00
– Total Invoice Rp 180.000.000,00
Dan lebih dari itu, dalam invoice tersebut masing-masing item dirinci dengan lebih
detil lagi.
d. Berdasarkan keadaan diatas, Saudara menanyakan berapa Dasar Pengenaaq Pajak
untuk menghitung PPh Pasal 23, Apakah berdasarkan total invoice atau berdasarkan
fee margin kontraktor.
2. Berdasarkan Pasal 23 ayat (1) huruf c angka 2 Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983
sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2000
tentang Pajak Penghasilan (UU PPh) antara lain diatur bahwa atas jasa lain selain jasa
yang telah dipotong PPh Pasal 21 yang dibayarkan atau terutang oleh badan
pemerintah, …………

About milanovira

FRIENDLY,MOSLEM,OPEN FOR FRIEND

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: