//
you're reading...
ekonomi,dll, Sistem Pengendalian manajemen

Analisis Situasi yang Mempengaruhi SPM…

ANALISIS SITUASIONAL YANG MEMPENGARUHI SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN PADA ENTITAS USAHA

Oleh: Mila Novira, SE

1. PENDAHULUAN

Pada umumnya setiap perusahaan perlu merancang sistem pengendalian manajemen yang baik.

Pengendalian manajemen dibangun untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemanfaatan seluruh sumber daya secara ekonomis,efisien, efektif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pada prinsipnya fungsi pengendalian manajemen bertujuan untuk mengidentifikasi terjadinya deviasi atau penyimpangan atas pelaksanaan kegiatan dibandingkan dengan rencana yang telah ditetapkan, sehingga dapat dilakukan tindakan korektif oleh pihak manajemen.

Pengendalian manajemen dapat mencakup pengendalian yang bersifat preventif yaitu berupa perancangan suatu sistem pengendalian, ataupun detektif untuk mengatasi penyimpangan yang sudah terjadi.

  1. PEMBAHASAN

2.1   Pengertian Pengendalian Manajemen

Pengendalian Manajemen merupakan hasil studi deskriptif yang dikembangkan berdasarkan pengamatan terhadap apa yang dilakukan manajemen untuk  mengarahkan organisasinya dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Pemilihan dan penerapan pengendalian manajemen akan sangat bervariasi, tergantung kepada ukuran organisasi, budaya, jenis kegiatan dan tujuan yang hendak dicapai.

Pengendalian manajemen dapat membantu manajemen organisasi untuk mencapai tujuan organisasi dengan mengarahkan agar realisasi kegiatan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, yaitu bahwa pengendalian manajemen yang diterapkan harus efektif.

2.2   Analisis Situasional

Dalam dunia bisnis yang penuh dengan ketidakpastian diperlukan perhatian dari pihak manajemen perusahaan untuk senantiasa  mengikuti perkembangan usahanya agar dapat diimplementasikan secara efisien dan efektif,perlu dirancang suatu strategi yang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan sehingga tujuan semula dapat tercapai.

Salah satu strategi untuk meningkatkan mutu dan kualitas suatu entitas usaha antara lain dengan menggunakan analisis Situasional(Situasional Analysis).

Analisis Situasional adalah unsur dasar dari rencana pemasaran dan digunakan untuk membuat proyeksi dari kegiatan pemasaran yang diusulkan.

Biasanya analis mencoba untuk menjawab dua pertanyaan umum: Dimanakah organisasi sekarang berada dan ke arah mana organisasi hendak bergerak.

Faktor-faktor yang dipelajari agar dapat menjawab pertanyaan ini adalah perkembangan sosial politik yang berdampak pada strategi pemasaran, pesaing, kemajuan teknologi dan perkembangan industrial lainnya yang dapat mempengaruhi rencana pemasaran.

Pemasaran merupakan rangkaian upaya yang dilakukan organisasi untuk memperoleh perhatian para pembeli potensial, memotivasi dan merubah opini mereka agar tergerak untuk membeli, mendapatkan mereka untuk sungguh membeli, dan berusaha mengajak mereka membeli dan membeli lagi produk maupun jasa yang dihasilkan organisasi (Kotler,2000).

Situasional Analysis mempelajari kekuatan internal (Strengths), Kelemahan (Weaknesses), Peluang Eksternal (Opportunities), dan Ancaman (Threats) yang berpengaruh pada organisasi, dinamakan juga SWOT Analysis.

Jenis analisis ini sangat membantu pihak manajemen perusahan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang sering terjadi dalam perusahaan baik secara eksternal maupun internal,yaitu permasalahan  yang berhubungan dengan  Manajemen Sumber Daya Manusia,Manajemen Produksi, Manajemen Strategi,Manajemen Keuangan,dan Manajemen Pemasaran itu sendiri.

2.3               Kajian Analisis Situasional terhadap Manajemen Sumber Daya Manusia

  1. Kekuatan (Strengths)
  • Manusia merupakan sumber daya terpenting bagi perusahaan.Oleh karena itu pihak manajer perlu berupaya agar terwujud perilaku positif di kalangan karyawan.
  • Berbagai faktor  yang perlu diperhatikan antara lain adalah langkah-langkah yang jelas mengenai manajemen Sumber Daya Manusia, ketrampilan dan motivasi kerja, serta produktifitas dan sistem imbalan.
  1. Kelemahan (Weaknesses)
  • Proses rekruitmen yang dilakukan oleh para pencari kerja dengan kualifikasi tidak memadai akan menambah resiko bagi kinerja perusahaan kelak.
  • Masalah yang kerapkali muncul dan akan menimbulkan krisis,contohnya antara lain:amarah karyawan karena PHK yang tidak adil,penghasilan tambahan yang tidak transparan,perjanjian tentang wanita hamil,pengurangan fasilitas seperti tempat ibadah dan kantin,serta situasi kerja yang tidak aman.
  • Beberapa dari contoh di atas kelihatannya seperti tidak penting bagi manajemen, tetapi sebenarnya hal ini dapat menimbulkan masalah besar.
  1. Peluang (Opportunities)
  • Kualitas, sikap dan perilaku SDM sangat dipengaruhi oleh perkembangan sosial,politik,kebudayaan.Oleh karena itu, kebijakan SDM terpengaruh oleh faktor-faktor eksternal antara lain berupa perkembangan pendidikan, jumlah penawaran tenaga kerja, perkembangan sosial,perburuhan,adat,agama,budaya,dan sistem nilai masyarakat lainnya.
  • Sedangkan faktor-faktor internal SDM akan dipengaruhi oleh Manajemen SDM itu sendiri,yang terdiri dari tiga fungsi utama:
  1. fungsi manajerial yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian SDM.
  2. Fungsi operasional yaitu pengadaan,pengembangan,kompensasi, pengintegrasian,pemeliharaan dan pemutusan hubungan kerja
  3. Kedudukan SDM dalam rangka pencapaian tujuan organisasi perusahaan secara terpadu.
  4. Ancaman (Threats)
  • Resiko pada para eksekutif dan pekerja inti,antara lain: memiliki eksekutif kepala yang kurang memiliki sense of leadership,pengetahuan yang luas,tidak tajam dalam berfikir,serta bertindak tidak fokus,memiliki direktur keuangan yang lemah,ketidakmampuan manajemen untuk menjawab perubahan lingkungan usaha dengan cepat dan tepat, struktur organisasi yang tidak efektif sehingga tenaga tingkat manajerial sering mengerjakan hal-hal yang sifatnya teknis yang seharusnya dikerjakan oleh tenaga staf.
  • Resiko menangani karyawan: perlu diperhatikan kultur yang dapat menumbuhkan kerjasama dan keunggulan,serta menciptakan kondisi seperti flexitime,fasilitas perawatan anak dan kerja paruh waktu yang membantu pekerja wanita.
  • Resiko stress dan pelayanan kesehatan yang buruk:Kebiasaan bolos menjadi suatu indikator dari seorang tenaga kerja yang merasa kecewa Tingkat kekecewaan disebabkan oleh komunikasi yang buruk dan kegagalan untuk memotivasi para karyawan.

2.4               Kajian Analisis Situasional terhadap Manajemen Produksi

  1. Kekuatan
  • Produk merupakan hasil kegiatan operasional dari suatu entitas usaha,contohnya jenis produk bank antara lain simpanan dalam bentuk tabungan,deposito,dan semua hal yang berkaitan  dengan pengelolaan Portofolio bank.
  1. Peluang
  • Faktor-faktor yang perlu diperhatikan adalah hubungan baik dengan pemasok,sistem logistik yang handal,lokasi fasilitas yang tepat,organisasi yang memiliki kesatuan sistem yang bulat,pemanfaatan teknologi yang tepat,pembiayaan,pendekatan inovatif dan proaktif,kemungkinan terjadinya terobosan dalam proses produksi, dan pengendalian mutu.
  • Perkembangan produk baru,tetapi jika dengan cara eksternal dilakukan melalui akuisisi.
  • Sasaran pertumbuhan produk antara lain untuk menjaga pangsa pasar, mengurangi persaingan, menekan biaya dan meningkatkan keuntungan.
  1. Ancaman
  • Berdasarkan konsep product life of cycle,sebaiknya produk baru sudah diluncurkan pada saat suatu produk lain telah memasuki tahapan decline.
  • Sebelum produk baru tersebut diluncurkan hendaknya bagian riset dan pengembangan perusahaan telah mantap dengan rancangan produk barunya,sehingga saat diluncurkan kelak produk baru ini dapat diterima oleh konsumen.
  1. Kelemahan
  • Perkembangan produk baru lebih berpeluang untuk gagal daripada berhasil,permasalahan utama terletak pada lemahnya penelitian yang dilakukan.

2.5               Kajian Analisis Situasional terhadap Manajemen Strategi

  1. Kekuatan
  • Sebagai suatu proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi,disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan organisasi tercapai.
  • Strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental dan terus menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh customer di masa depan.
  • Percepatan inovasi pasar yang baru dan perubahan pola konsumen memerlukan pesaing inti (core competitive),  perusahaan perlu mengetahui informasi mengenai pesaing inti di dalam bisnis yang dilakukan.
  1. Kelemahan
  • Subsistem informasi persaingan,data pesaing biasanya sulit didapat.Informasi mengenai pesaing bermanfaat dalam rangka mengetahui kondisi persaingan usaha diantaranya mengenai kualitas produk dan layanan,pemasaran,latar belakang personalia khususnya para pengambil keputusan dan karakteristik proyek-proyek yang ditangani.

  1. Peluang
  • Dilihat secara horisontal,dari sisi internal hendaknya segmen pasar diperluas untuk menangani potensi persaingan sehingga skala ekonomi menjadi lebih besar,dari sisi ekternal perusahaan dapat melakukan akuisisi dengan perusahaan lain pada industri yang sama.
  • Dilihat secara vertikal,dengan cara mengambil alih fungsi yang sebelumnya disediakan oleh pemasok,dengan kata lain terdapat satu atau lebih bisnis yang selama ini disediakan oleh perusahaan lain.
  • Pendekatan internal yaitu dengan cara mengembangkan anak perusahaan yang baru untuk memasok bahan baku dan bahan setengah jadi untuk kebutuhan produk/jasa.
  • Pendekatan eksternal adalah dengan cara membeli perusahaan baru baik dengan akuisisi,merger,atau joint venture yang bertujuan memasok kebutuhan barang untuk berbisnis dengan pelanggan.
  1. Ancaman
  • Ketidakpastian strategi, ketidakpastian teknologi berdampak pada ketidakpastian strategi.
  • Tanpa adanya strategi yang dipilih secara tepat,perusahaan tidak akan dapat menentukan dengan baik segmen,target maupun posisi di pasar, serta bauran pemasaran yang dipilih.

2.6               Kajian Analisis Situasional terhadap  Manajemen Keuangan

  1. Kekuatan
  • Memaksimumkan nilai neraca keuangan perusahaan
  • Mengupayakan agar spread dan fee meningkat sehingga akan memperbesar laba.
  • Jaminan terhadap dipenuhinya tagihan-tagihan deposan
  • Kinerja keuangan sangat baik.
  1. Kelemahan
  • Rekayasa laporan keuangan yang terlalu besar mengakibatkan ketidakpercayaan publik
  • Pengelolaan keuangan yang tidak baik
  1. Peluang
  • Manajemen Keuangan dikelola dengan baik dan adanya transparansi laporan keuangan terhadap publik,sehingga publik tidak merasa ragu
  • Laporan keuangan  yang baik.
  1. Ancaman
  • Biaya-biaya produksi yang berlebihan
  • Biaya overhead yang tinggi
  • Utang berlebihan
  • Pinjaman yang berlebihan.

2.7               Kajian Analisis Situasional terhadap Manajemen Pemasaran

  1. Kekuatan
  • Mencakup marketing mix (Anderson) ayang dikenal dengan prinsip  4 P antara lain: Aspek product,aspek pricing,aspek place,dan aspek promotion.
  • Aspek product yaitu  aspek internal perusahaan yang melibatkan hampir semua kegiatan perusahaan mencakup produk dan pengembangannya
  • Aspek promotion yaitu periklanan,kehumasan,promosi penjualan, dan personal selling.
  • Aspek place yaitu yang berhubungan dengan penentuan letak perusahaan,seiring dengan perkembangan teknologi maju,sistem penyampaian produk turut berkembang.
  • Aspek pricing yaitu penentuan harga suatu produk,yang dapat dilakukan dengan  cara penentuan harga, fee,diskonto biaya-biaya administrasi lainnya.
  1. Kelemahan
  • Munculnya perusahaan-perusahaan sejenis
  • Lemahnya strategi promosi dapat mengakibatkan menurunnya pelanggan  yang masuk.
  1. Peluang
  • kepuasan pelanggan, informasi pelanggan mengenai kepuasan mereka atas layanan dan produk perusahaan menjadi hal penting bagi manajemen.
  • Informasi mengenai segmen pasar dan perilaku customer
  • Informasi mengenai pesaing,bermanfaat dalam rangka mengetahui data mengenai kualitas produk,pemasaran,latar belakang personalia,dan karakteristik proyek-proyek yang ditangani.
  • Pelanggan setia
  • Pengembangan produk untuk mengikuti selera pasar.
  1. Ancaman
  • Kenaikan pajak, peraturan pemerintah yang berdampak pada meningkatnya biaya perusahaan
  • Lemahnya pemasaran dan pelayanan terhadap customer.

  1. KESIMPULAN

  1. Analisis situasional berpengaruh positif terhadap sistem pengendalian manajemen, yaitu dapat meningkatkan efektivitas sistem pengendalian manajemen karena semakin efektif pengendalian manajemen makin kecil resiko yang akan diterima oleh manajemen, sehingga risiko tidak tercapainya tujuan organisasi dapat diperkecil.
  2. Terapkan  SWOT (Strength Weakness Opportunity Threat) pada analisa kondisi awal.
  3. Dengan mengetahui kondisi lingkungan internal dan eksternal yang mempengaruhi usaha, akan dapat ditentukan mana saja yang menjadi persoalan dan perlu diubah untuk meningkatkan kualitas perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA

Kotler, P. 2000. Marketing Management, Pearson Education Pte ltd, Singapore.

Kotler, Philip and Nancy Lee, Social Marketing, Improving Quality Life.

Pusdiklatwas BPKP, Sistem Pengendalian Manajemen, Modul Diklat        Pembentukan Auditor Anggota Tim Terampil, Edisi Ketiga, 2002.

About milanovira

FRIENDLY,MOSLEM,OPEN FOR FRIEND

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: