Arsip

Archive for the ‘Sistem Pengendalian manajemen’ Category

PENERAPAN ANALISIS SWOT PADA KONDISI AWAL KESEJAHTERAAN RAKYAT INDONESIA VERSI KEMENTRIAN KOORDINATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT

Analisis situasional berpengaruh positif terhadap sistem pengendalian manajemen, yaitu dapat meningkatkan efektivitas sistem pengendalian manajemen karena semakin efektif pengendalian manajemen makin kecil resiko yang akan diterima oleh manajemen, sehingga risiko tidak tercapainya tujuan organisasi dapat diperkecil.

Terapkan SWOT (Strength Weakness Opportunity Threat) pada analisa kondisi awal. Dengan mengetahui kondisi lingkungan internal dan eksternal yang mempengaruhi usaha, akan dapat ditentukan mana saja yang menjadi persoalan dan perlu diubah untuk meningkatkan kualitas perusahaan/BUMN.

Berikut penerapan analisa SWOT pada kondisi awal di Bidang Kesejahteraan Rakyat yang diterapkan oleh Kementrian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat:

Tabel Analisis SWOT
KEKUATAN
- Eksistensi Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dalam mengkoordinasikan perencanaan dan penyusunan kebijakan serta sinkronisasi pelaksanaan kebijakan di bidang kesejahteraan rakyat dan penanggulangan kemiskinan;
- Peraturan perundang-undangan yang mendukung koordinasi, sinkronisasi, pengendalian dan pengawasan pelaksanann di bidang kesejahteraan dan penanggulangan kemiskinan ( Keppres No.124/2001 sebagaimana telah diubah dengan Keppres No.8/2002 dan Keppres No.32/2002, Perpres 7/2005, Perpres 9/2005, Perpres 10/2005, dan Peraturan Menko Kesra 08 KEP/MENKO/ KESRA/IV/2005);
- Sumber daya manusia yang ada di Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat.
- Sistem informasi yang tengah dirintis untuk memudahkan pemantauan
dan pengawasan serta akses dalam pembangunan di bidang kesejahteraan rakyat.
- Komitmen pimpinan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat dalam penanggulangan kemiskinan.
KENDALA / KELEMAHAN
- Belum konsistennya kebijakan setiap unit kerja dalam mendukung upaya-upaya mewujudkan pelaksanaan koordinasi perencanaan dan penyusunan kebijakan, sinkronisasi pelaksanaan kebijakan di bidang kesejahteraan rakyat dan penanggulangan kemiskinan;
- Belum mantapnya pemahaman koordinasi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat terutama berkaitan dengan program lintas sektor.
PELUANG
- Muara Pembangunan Nasional adalah mewujudkan kesejahteraan rakyat.
- Komitmen yang tinggi secara nasional dan internasional.
- Semakin intensifnya upaya pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), baik di tingkat atas maupun menengah, serta kontrol sosial yang semakin kuat di tingkat akar rumput.
- Semakin meningkatnya upaya penegakan hukum dalam melindungi kepentingan masyarakat luas.
- Semakin meningkatnya peranserta/partisipasi masyarakat dalam kegiatan pembangunan
.:: Situs Resmi Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat ::.
http://www.menkokesra.go.id Powered by Joomla! – @copyright Copyright (C) 2005 Open Source MattersG. Aenll errigahtetsd :r e2s6e Jrvaenduary, 2010, 17:43
UPAYA MEMAKAI KEKUATAN UNTUK MEMANFAATKAN PELUANG
- Dengan legalitas yang ada perencanaan dikoordinasikan, kebijakan disusun, dan pelaksanaan kebijakan disinkronkan bersama departemen/kementerian/instansi lain yang terkait.
- Dengan pegawai yang profesional direalisasi komitmen bersama sektor dan daerah yang bermuara untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.
- Dengan sistem informasi yang ada diselenggarakanlah pengendalian dan pengawasan pelaksanaan kesejahteraan rakyat dan penanggulangan kemiskinan dengan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membmerikan kontrol sosial.
UPAYA MENANGGULANGI KENDALA / KELEMAHAN DENGAN MEMANFAATKAN PELUANG
- Melaksanakan komitmen agar pelaksanaan tugas dan fungsi menjadi konsisten.
- Memperkuat kapasitas sasaran melalui kerjasama internasional (bilateral dan multilateral).
- Meningkatkan kerjasama melalui pelaksanaan rencana strategis.
TANTANGAN / ANCAMAN
- Sistim administrasi pemerintahan belum tersusun dengan jelas dan rapih sehingga masih banyak pengaturan-pengaturan yang tumpang tindih yang menyebabkan adanya ego sektoral dan ego daerah.
- Masih lemahnya sistem dan kelembagaan sosial yang ada di tingkat lapangan dalam memelihara dan melindungi kesejahteraan rakyat.
- Belum optimalnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan kesejahteraan rakyat.
- Terjadinya berbagai masalah di bidang sosial seperti bencana, konflik,  krisis ekonomi yang memerlukan penanganan yang cepat dan intensif.
- Tumpang tindihnya kegiatan kesejahteraan rakyat dan penanggulangan dengan berbagai instansi teknis.
- Tingginya tuntutan masyarakat akan kesejahteraan.
- Besarnya kompleksitas kesejahteraan rakyat.
- Rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.
UPAYAMEMAKAI KEKUATAN UNTUK MENGATASI TANTANGAN/ANCAMAN
- Melaksanakan koordinasi yang efektif dan efisien untuk mengoptimalkan partisipasi instansi terkait dan masyarakat.
- Sistem informasi yang ada dapat diakses oleh lembaga sosial lain
.:: Situs Resmi Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat ::.
http://www.menkokesra.go.id Powered by Joomla! – @copyright Copyright (C) 2005 Open Source MattersG. Aenll errigahtetsd :r e2s6e Jrvaenduary, 2010, 17:43
dalam peningkatan kesejahteraan rakyat.
- Hasil pengendalian dan pengawasan dapat dijadikan bahan penegakkan hukum dan pemberantasan KKN.
UPAYA MEMPERKECIL KELEMAHAN DAN MENGATASI TANTANGAN / ANCAMAN
- Mengintensifkan koordinasi internal guna konsistensi dan mantapnya pelaksanaan tugas dan fungsi.
- Memantapkan pelaksanaan tugas dan fungsi melalui kegiatan sosialisasi dan pembinaan secara intensif.
- Menyelenggarakan pertgemuan secara berkala dengan berbagai instansi teknis.
.:: Situs Resmi Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat ::.
http://www.menkokesra.go.id Powered by Joomla! – @copyright Copyright (C) 2005 Open Source MattersG. Aenll errigahtetsd :r e2s6e Jrvaenduary, 2010, 17:43

DASAR-DASAR TEORI SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

    • SPM adalah Suatu alat dari alat-alat lainya untuk mengimplementasikan strategi yang berfungsi untuk memotivasi anggota-anggota organisasi guna mencapai tujuan organisasi
    • Definisi lain :
    • SPM adalah Perolehan dan penggunaan informasi untuk membantu mengkoordinasikan proses pembuatan perencanaan dan pembuatan keputusan melalui organisasi dan utnuk memandu perilaku manajemen

Proses Hubungan Atasan dalam Pengendalian Manajemen :

  1. Komunikasi à Agar bawahan bertindak secara efektif, maka mereka harus tahu apa yang harus dikerjakan
  2. Motivasi à Bawahan diberi motivasi untuk menyelesaikan tugasnya
  3. Evaluasi à Efisien dan efektifnya bawahan dalam melakukan tugasnya harus dievaluasi oleh manajer

Metodologi Pengendalian manajemen :

  1. Menentukan tujuan.
  2. Pengukuran prestasi
  3. Evaluasi prestasi

Kerangka kerja untuk penerapan strategi :
Pengendalian Manj.

Strategi à   Struktur organisasi                            Manajemen SDM                Kenierja

Kebudayaan
Ukuran kineja SPM :

  1. Kinerja finansial à ROI, ROE, NI, Laba. Nilai saham
  2. Kinerja Non-finansial à mutu produk, pangsa pasar, kepuasan pelanggan, pengantaran tepat waktu dan motivasi kerja karyawan

Faktor lingkungan yang mempengaruhi  pengendalian manajemen :

  1. Perilaku Organisasi
  2. Pusat Pertanggujawaban

Proses Pengendalian Manajemen :

  1. Perencanaan Strategi
  2. Penyusunan Anggaran
  3. Pelaksanaan Anggaran
  4. Evaluasi Kinerja

Formulasi Strategi àProses memutuskan tujuan organisasi dan strategi untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
Perbedaan formulasi strategi & Pengendalian manajemen :

    • Formulasi strategi à Proses pengambilan strategi baru
    • Pengendalian Manj. à Proses pengimplementasian strategi tsb

Pengendalian Tugas à Proses untuk memastikan bahwa tugas yang spesifik dilaksanakan secara efektif dan efisien
Perbedaan Pengendalian Tugas dan Pengendalian Manajemen :
Pengendalian Tugas    Pengendalian Manajemen

  1. Bersifat scientific dengan persamaan2 ekonomi
  2. Interkasi antar manusia tidak secara keseluruhan
  3. Fokus pada tugas spesifik pada unit organisasional
  4. Berhubungan dengan tugas2 ttt
  1. Meliputi perilaku manajer
  2. Interaksi antara manajer dengan manajer
  3. Fokus pada unit organisasional
  4. Memperhatikan secara luas aktivitas para manajer dalam pengambilan keputusan

Dampak internet terhadap Pengendalian Manajemen :

  • Akses secara mudah dan cepat
  • Komunikasi manjadi multi-target
  • Komunikasi berbiaya rendah
  • Kemampuan menampilkan citra tertentu
  • Pergeseran kekuatan dan kendali individu Read more…
  • SISTEM PENGENDALIAN PROYEK

    Sistem Pengendalian Proyek

    Kegiatan:
    1.memahami pengertian dan karakteristik proyek
    2.Memahami lingkungan pengendalian proyek
    3.Memahami perencanaan proyek
    4.Memahami pelaksanaan proyek
    5.Memahami evaluasi proyek

    1.Memahami pengertian dan karakteristik Proyek
    Contoh:proyek kontruksi gedung,pembangunan kembali gedung,pengmbangan produk baru,penelitian dan pengembangan,pengembangan dan pemasangan sistem informasi,renovasi gedung.
    Proyek adalah suatu bentuk kegiatan yang dimulai pada tertentu dan akan berakhir pada waktu yg telah ditentukan dgn mengalokasikan sumber daya ttt untuk melaksanakan tugas dgn sasaran yg jelas.
    Karakteristik proyek:
    - Memiliki tujuan yg khusus,produk akhir atau hasil kerja akhir
    - Jumlah biaya,sasaran jadwal serta kriteria mutu dalam proses mencapai tujuan telah ditentukan
    - Bersifat sementara dalam arti umurnya dibatasi oleh selesainya tugas.titik awal dan titik akhir telah ditentukan dengan jelas
    - Non rutin,tdk berulang,jenis dan intensitas kegiatan berubah sepanjang proyek berlangsung.

    2. .Memahami lingkungan pengendalian proyek
    STRUKTUR ORGANISASI PROYEK

    1. proyek merupakan organisasi sementarra,dimana satu tim dibentuk untuk menjalankan proyek dan segera dibubarkan apabila proyek selesai.
    2.anggota tim dibentuk dari organisasi sponsor proyek,dapat direkrut khusus untuk proyek tsb.
    3.atau karyawan dari organisasi luar yg mendapat kontrak untuk melaksanakan proyek.
    4.jika proyek melibatklan kontraktor luar,manajemen proyek harus membuat aturan yg jelas dgn para personil kontraktor tsb.
    ORGANISASI MATRIK
    1. apakah yg dimaksud dgn organisasi matrik dalam suatu proyek?
    2. yaitu jika anggota tim proyek (pegawai dari organisasi sponsor proyek),mereka mempunyai dua atasan yaitumanajer proyek dan manajer departemen fungsional
    3. misal:dlm proyek reparasi besar sebuah kapal,tenaga kerja diambil dari berbagai departemen fungsional di galangan kapal,n mereka hanya bekerja di proyek jika keahlian mereka dibutuhkan.loyalitas mereka tetap pada departemen fungsional.
    4. apakah mereka bekerja penuh pada proyek/tdk,keputusan bergantung pada manajer departemen fungsional,dalam hal ini manajer proyek tdk memiliki wewenang penuh atas anggotanya.
    5. manajer proyek ingin semua anggota tim memberi perhatian penuh kepada proyek,dan manajer departemen fungsional harus mempertimbangkan semua proyek yg melibatkan sumber dayanya,hal ini dapat menimbulkan konflik kepentingan dan potensial untuk menimbulkan ketegangan.

    Jika proyek melibatkan kontaktor luar,tingkat pengasan tambahan harus ada terhadap proyek tsb
    Bentuk persetujuan kontraktual:

    1. harga tetap/fixed price contact
    2 pengeluaran biaya/cost-reimbursement contract
    ad1:
    - ada persetujuan untuk menyelesaikan kegiatan ttt dengan tgl yg telah ditetapkan pd harga ttt.
    - Biasanya ada penalti jika pekerjaan tersebut tdk bisa diselesaikan sesuai kesepakatan
    Misal jika kontraktor kondisi tdk layak,order perubahan bisa dikeluarkan.dan pihak sponsor maupun kontraktor harus setuju atas spesifikasi hasil akhir,implikasi biaya yg terjadi atas perubahan tsb.
    - Pada kontrak harga ini,sponsor bertanggung jawab thd pemeriksanan kualitas dan kuantitas pekerjaan untuk menjamin bhw pekerjaan tsb telah sesuai dgn yg ditentukan.
    Ad2:
    - Pd kontrak pengeluaran biaya ini,sponsor menyetujui membayar biaya yg layak ditambah suatu keuntungan
    - Sponsor mempunyai tanggung jawab terhadap biaya dan karenanya diperlukan spm.

    STRUKTUR INFORMASI
    Fokus informasi pengendalian manajemen pd keg.rutin ad/ pada pusat pusat pertanggungjawaban,pada pekerjaan yg dilaksanakan serta realisasi biaya dalam periode waktu ttt.
    Pada sistem penmgendalian proyek,informasi terstruktur menurut elemen berikut:
    1.scope/spesifikasi hasil akhir
    2. jadwal atau waktu yg dibutuhkan
    3. biaya

    3.Memahami perencanaan proyek
    SIFAT RENCANA PROYEK:terdiri dari bagian yg saling berhubungan yakni:
    1. scope, terdiri dari spesifikasi paket kerja dan nama orang serta organisasi unit penanggungjawabnya.
    2. jadwal, menyatakan waktu estimasi yg dibutuhkan untuk menyelesaikan masing masing paket kerja dan hubungan antar paket kerja.
    3. biaya,biasa disebut anggaran pengendalian.
     Anggaran pengendalian mempunyai kaitan penting engan perencanaan dan pengendalian kinerja,hal ini menunjukkan harapan sponsor akan pekerjaan yg dilakukan dan komitmen manajer proyek untuk menyelesaikan proyek sesuai dgn biaya yg ditetapkan.

    4.Memahami pelaksanaan proyek
    Pada dasarnya manajer berkepentingan dgn pertanyaan pertanyaan berikut ini:
    1. apakah proyek akan selesai sesuai jadwal yg telah ditentukan
    2. apakah pekerjaan yg telah selesai sesuai dengan perkiraan biaya
    3. jika dlm keg.proyek,jawaban atas salah satu pertanyaan diatas, adalah tidak,maka manajer perlu mengetahui sebabnya serta apa yg dpt dilakukan untuk memperbaiki situasi.
    Ketiga pertanyaan di atas saling berkaitan satu sama lain krn ada kalanya diperlukan pengorbanan antara biaya waktu dan kualitas conth: kerja lembur mungkin dibolehkan untuk menjamin penyelesaian waktu,tapi ini akan menambah biaya.

    SIFAT LAPORAN
    Laporan terdiri dari tiga bentuk yaitu:
    1. laporan gangguan
    2. laporan kemajuan
    3. laporan keuangan
    ad1:
    yaitu melaporkan kesulitan yg telah terjadi dan yg akan timbul di masa depan
    ad2:
    yaitumembandingkan jadwal dan biaya sesungguhnya dgn biaya dan jadwal yg direncanakan.
    Ad3:
    Yaitu laporan akurat biaya proyek yg harus disusun jika ada kontrak pengeluaran biaya/cost-reimbursement.,sbg dasar pembayran kemajuan.,dan biasanya perlu untuk kontrak harga tetap sebagai dasar untuk jurnal akuntansi keuangan.
    PERSENTASE TINGKAT PENYELESAIAN
    tingkat penyelesaian digunakan sebgai dasar perbandingan waktu sesungguhnya yg dikonsumsi dengan jadwal yg telah dibuat..dan biaya sesungguhnya dengan biaya yg dianggarkan.
    RINGKASAN KEMAJUAN
    Yaitu cara untuk mengukur pencapaian suatu tugas tertentu sehingga pengukuran pencapaian keseluruhan dapat dilakukan.
    Contoh:pendekatan yg sederhana adalah dgn menggunakan rasio jam orang kerja terhadap total jam orang kerja.

    PUNCH LIST sponsor menyiapkan suatu daftar berbagai jenis proyek yg masih harus diselesaikan,termasuk kerusakan kerusakan yg harus diperbaiki..
    Pembayaran akhir biasanya tergantung pada persetujuan selesai/tidaknya pekerjaan.
    SUMBER INFORMASI
    Karena laporan tertulis bersifat uraian dan mudah dilihat,sehingga spm cenderung dipusatkan pada laporan ini.
    Dalam prakteknya,dokumen2 ini biasanya kurang penting dibandingkan dengan informasi yg dikumpulkan manajer melalui rapat reguler,inspeksi langsung di lapangan,melalui memo formal, sehingga manajer dapat mengenali masalha masalah yg tersembunyi.
    5.Memahami evaluasi proyek
    Pada dasarnya ada 2 macam evaluasi yaitu:
    1 evaluasi kinerja
    2.evaluasi hasil
    ad1:
    evaluasi kinerja memiliki dua aspek yaitu:
    -evaluasi manajemen proyek
    -evaluasi proses pengelolaan proyek
    tujuan evaluasi ini ad/ untuk membantu dlm pengambilan keputusan terhadap manajer proyek contoh:promosi jabatan,pemberian penghargaan dan penugasan kembali

    evaluasi thd proyek biasanya subjektif,hal ini krn pekerjaan pada suatu proyek urang bisa diukur dibandingkan dgn pekerjaan di pabrik

    ad2: kesuksesan proyek tdk dapat dievaluasi hingga waktu yg cukup serta memungkinkan untuk pengukuran manfaat dan biaya sesungguhnya
    untuk banyak proyek ,evaluasi hasil cukup kompleks dengan kenyataan yakni manfaat yg diharapkan tdk disebutkan dalam tujuan,ukuran,dan juga manfaat sesungguhnya tidak dapat diukur.
    Read more…

    Analisis Situasi yang Mempengaruhi SPM…

    ANALISIS SITUASIONAL YANG MEMPENGARUHI SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN PADA ENTITAS USAHA

    Oleh: Mila Novira, SE

    1. PENDAHULUAN

    Pada umumnya setiap perusahaan perlu merancang sistem pengendalian manajemen yang baik.

    Pengendalian manajemen dibangun untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemanfaatan seluruh sumber daya secara ekonomis,efisien, efektif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pada prinsipnya fungsi pengendalian manajemen bertujuan untuk mengidentifikasi terjadinya deviasi atau penyimpangan atas pelaksanaan kegiatan dibandingkan dengan rencana yang telah ditetapkan, sehingga dapat dilakukan tindakan korektif oleh pihak manajemen.

    Pengendalian manajemen dapat mencakup pengendalian yang bersifat preventif yaitu berupa perancangan suatu sistem pengendalian, ataupun detektif untuk mengatasi penyimpangan yang sudah terjadi.

    1. PEMBAHASAN

    2.1   Pengertian Pengendalian Manajemen

    Pengendalian Manajemen merupakan hasil studi deskriptif yang dikembangkan berdasarkan pengamatan terhadap apa yang dilakukan manajemen untuk  mengarahkan organisasinya dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

    Pemilihan dan penerapan pengendalian manajemen akan sangat bervariasi, tergantung kepada ukuran organisasi, budaya, jenis kegiatan dan tujuan yang hendak dicapai.

    Pengendalian manajemen dapat membantu manajemen organisasi untuk mencapai tujuan organisasi dengan mengarahkan agar realisasi kegiatan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, yaitu bahwa pengendalian manajemen yang diterapkan harus efektif.

    2.2   Analisis Situasional

    Dalam dunia bisnis yang penuh dengan ketidakpastian diperlukan perhatian dari pihak manajemen perusahaan untuk senantiasa  mengikuti perkembangan usahanya agar dapat diimplementasikan secara efisien dan efektif,perlu dirancang suatu strategi yang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan sehingga tujuan semula dapat tercapai.

    Salah satu strategi untuk meningkatkan mutu dan kualitas suatu entitas usaha antara lain dengan menggunakan analisis Situasional(Situasional Analysis).

    Analisis Situasional adalah unsur dasar dari rencana pemasaran dan digunakan untuk membuat proyeksi dari kegiatan pemasaran yang diusulkan.

    Biasanya analis mencoba untuk menjawab dua pertanyaan umum: Dimanakah organisasi sekarang berada dan ke arah mana organisasi hendak bergerak.

    Faktor-faktor yang dipelajari agar dapat menjawab pertanyaan ini adalah perkembangan sosial politik yang berdampak pada strategi pemasaran, pesaing, kemajuan teknologi dan perkembangan industrial lainnya yang dapat mempengaruhi rencana pemasaran.

    Pemasaran merupakan rangkaian upaya yang dilakukan organisasi untuk memperoleh perhatian para pembeli potensial, memotivasi dan merubah opini mereka agar tergerak untuk membeli, mendapatkan mereka untuk sungguh membeli, dan berusaha mengajak mereka membeli dan membeli lagi produk maupun jasa yang dihasilkan organisasi (Kotler,2000).

    Situasional Analysis mempelajari kekuatan internal (Strengths), Kelemahan (Weaknesses), Peluang Eksternal (Opportunities), dan Ancaman (Threats) yang berpengaruh pada organisasi, dinamakan juga SWOT Analysis.

    Jenis analisis ini sangat membantu pihak manajemen perusahan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang sering terjadi dalam perusahaan baik secara eksternal maupun internal,yaitu permasalahan  yang berhubungan dengan  Manajemen Sumber Daya Manusia,Manajemen Produksi, Manajemen Strategi,Manajemen Keuangan,dan Manajemen Pemasaran itu sendiri.

    2.3               Kajian Analisis Situasional terhadap Manajemen Sumber Daya Manusia

    1. Kekuatan (Strengths)
    • Manusia merupakan sumber daya terpenting bagi perusahaan.Oleh karena itu pihak manajer perlu berupaya agar terwujud perilaku positif di kalangan karyawan.
    • Berbagai faktor  yang perlu diperhatikan antara lain adalah langkah-langkah yang jelas mengenai manajemen Sumber Daya Manusia, ketrampilan dan motivasi kerja, serta produktifitas dan sistem imbalan.
    1. Kelemahan (Weaknesses)
    • Proses rekruitmen yang dilakukan oleh para pencari kerja dengan kualifikasi tidak memadai akan menambah resiko bagi kinerja perusahaan kelak.
    • Masalah yang kerapkali muncul dan akan menimbulkan krisis,contohnya antara lain:amarah karyawan karena PHK yang tidak adil,penghasilan tambahan yang tidak transparan,perjanjian tentang wanita hamil,pengurangan fasilitas seperti tempat ibadah dan kantin,serta situasi kerja yang tidak aman.
    • Beberapa dari contoh di atas kelihatannya seperti tidak penting bagi manajemen, tetapi sebenarnya hal ini dapat menimbulkan masalah besar.
    1. Peluang (Opportunities)
    • Kualitas, sikap dan perilaku SDM sangat dipengaruhi oleh perkembangan sosial,politik,kebudayaan.Oleh karena itu, kebijakan SDM terpengaruh oleh faktor-faktor eksternal antara lain berupa perkembangan pendidikan, jumlah penawaran tenaga kerja, perkembangan sosial,perburuhan,adat,agama,budaya,dan sistem nilai masyarakat lainnya.
    • Sedangkan faktor-faktor internal SDM akan dipengaruhi oleh Manajemen SDM itu sendiri,yang terdiri dari tiga fungsi utama:
    1. fungsi manajerial yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian SDM.
    2. Fungsi operasional yaitu pengadaan,pengembangan,kompensasi, pengintegrasian,pemeliharaan dan pemutusan hubungan kerja
    3. Kedudukan SDM dalam rangka pencapaian tujuan organisasi perusahaan secara terpadu.
    4. Ancaman (Threats)
    • Resiko pada para eksekutif dan pekerja inti,antara lain: memiliki eksekutif kepala yang kurang memiliki sense of leadership,pengetahuan yang luas,tidak tajam dalam berfikir,serta bertindak tidak fokus,memiliki direktur keuangan yang lemah,ketidakmampuan manajemen untuk menjawab perubahan lingkungan usaha dengan cepat dan tepat, struktur organisasi yang tidak efektif sehingga tenaga tingkat manajerial sering mengerjakan hal-hal yang sifatnya teknis yang seharusnya dikerjakan oleh tenaga staf.
    • Resiko menangani karyawan: perlu diperhatikan kultur yang dapat menumbuhkan kerjasama dan keunggulan,serta menciptakan kondisi seperti flexitime,fasilitas perawatan anak dan kerja paruh waktu yang membantu pekerja wanita.
    • Resiko stress dan pelayanan kesehatan yang buruk:Kebiasaan bolos menjadi suatu indikator dari seorang tenaga kerja yang merasa kecewa Tingkat kekecewaan disebabkan oleh komunikasi yang buruk dan kegagalan untuk memotivasi para karyawan.

    2.4               Kajian Analisis Situasional terhadap Manajemen Produksi

    1. Kekuatan
    • Produk merupakan hasil kegiatan operasional dari suatu entitas usaha,contohnya jenis produk bank antara lain simpanan dalam bentuk tabungan,deposito,dan semua hal yang berkaitan  dengan pengelolaan Portofolio bank.
    1. Peluang
    • Faktor-faktor yang perlu diperhatikan adalah hubungan baik dengan pemasok,sistem logistik yang handal,lokasi fasilitas yang tepat,organisasi yang memiliki kesatuan sistem yang bulat,pemanfaatan teknologi yang tepat,pembiayaan,pendekatan inovatif dan proaktif,kemungkinan terjadinya terobosan dalam proses produksi, dan pengendalian mutu.
    • Perkembangan produk baru,tetapi jika dengan cara eksternal dilakukan melalui akuisisi.
    • Sasaran pertumbuhan produk antara lain untuk menjaga pangsa pasar, mengurangi persaingan, menekan biaya dan meningkatkan keuntungan.
    1. Ancaman
    • Berdasarkan konsep product life of cycle,sebaiknya produk baru sudah diluncurkan pada saat suatu produk lain telah memasuki tahapan decline.
    • Sebelum produk baru tersebut diluncurkan hendaknya bagian riset dan pengembangan perusahaan telah mantap dengan rancangan produk barunya,sehingga saat diluncurkan kelak produk baru ini dapat diterima oleh konsumen.
    1. Kelemahan
    • Perkembangan produk baru lebih berpeluang untuk gagal daripada berhasil,permasalahan utama terletak pada lemahnya penelitian yang dilakukan.

    2.5               Kajian Analisis Situasional terhadap Manajemen Strategi

    1. Kekuatan
    • Sebagai suatu proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi,disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan organisasi tercapai.
    • Strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental dan terus menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh customer di masa depan.
    • Percepatan inovasi pasar yang baru dan perubahan pola konsumen memerlukan pesaing inti (core competitive),  perusahaan perlu mengetahui informasi mengenai pesaing inti di dalam bisnis yang dilakukan.
    1. Kelemahan
    • Subsistem informasi persaingan,data pesaing biasanya sulit didapat.Informasi mengenai pesaing bermanfaat dalam rangka mengetahui kondisi persaingan usaha diantaranya mengenai kualitas produk dan layanan,pemasaran,latar belakang personalia khususnya para pengambil keputusan dan karakteristik proyek-proyek yang ditangani.

    1. Peluang
    • Dilihat secara horisontal,dari sisi internal hendaknya segmen pasar diperluas untuk menangani potensi persaingan sehingga skala ekonomi menjadi lebih besar,dari sisi ekternal perusahaan dapat melakukan akuisisi dengan perusahaan lain pada industri yang sama.
    • Dilihat secara vertikal,dengan cara mengambil alih fungsi yang sebelumnya disediakan oleh pemasok,dengan kata lain terdapat satu atau lebih bisnis yang selama ini disediakan oleh perusahaan lain.
    • Pendekatan internal yaitu dengan cara mengembangkan anak perusahaan yang baru untuk memasok bahan baku dan bahan setengah jadi untuk kebutuhan produk/jasa.
    • Pendekatan eksternal adalah dengan cara membeli perusahaan baru baik dengan akuisisi,merger,atau joint venture yang bertujuan memasok kebutuhan barang untuk berbisnis dengan pelanggan.
    1. Ancaman
    • Ketidakpastian strategi, ketidakpastian teknologi berdampak pada ketidakpastian strategi.
    • Tanpa adanya strategi yang dipilih secara tepat,perusahaan tidak akan dapat menentukan dengan baik segmen,target maupun posisi di pasar, serta bauran pemasaran yang dipilih.

    2.6               Kajian Analisis Situasional terhadap  Manajemen Keuangan

    1. Kekuatan
    • Memaksimumkan nilai neraca keuangan perusahaan
    • Mengupayakan agar spread dan fee meningkat sehingga akan memperbesar laba.
    • Jaminan terhadap dipenuhinya tagihan-tagihan deposan
    • Kinerja keuangan sangat baik.
    1. Kelemahan
    • Rekayasa laporan keuangan yang terlalu besar mengakibatkan ketidakpercayaan publik
    • Pengelolaan keuangan yang tidak baik
    1. Peluang
    • Manajemen Keuangan dikelola dengan baik dan adanya transparansi laporan keuangan terhadap publik,sehingga publik tidak merasa ragu
    • Laporan keuangan  yang baik.
    1. Ancaman
    • Biaya-biaya produksi yang berlebihan
    • Biaya overhead yang tinggi
    • Utang berlebihan
    • Pinjaman yang berlebihan.

    2.7               Kajian Analisis Situasional terhadap Manajemen Pemasaran

    1. Kekuatan
    • Mencakup marketing mix (Anderson) ayang dikenal dengan prinsip  4 P antara lain: Aspek product,aspek pricing,aspek place,dan aspek promotion.
    • Aspek product yaitu  aspek internal perusahaan yang melibatkan hampir semua kegiatan perusahaan mencakup produk dan pengembangannya
    • Aspek promotion yaitu periklanan,kehumasan,promosi penjualan, dan personal selling.
    • Aspek place yaitu yang berhubungan dengan penentuan letak perusahaan,seiring dengan perkembangan teknologi maju,sistem penyampaian produk turut berkembang.
    • Aspek pricing yaitu penentuan harga suatu produk,yang dapat dilakukan dengan  cara penentuan harga, fee,diskonto biaya-biaya administrasi lainnya.
    1. Kelemahan
    • Munculnya perusahaan-perusahaan sejenis
    • Lemahnya strategi promosi dapat mengakibatkan menurunnya pelanggan  yang masuk.
    1. Peluang
    • kepuasan pelanggan, informasi pelanggan mengenai kepuasan mereka atas layanan dan produk perusahaan menjadi hal penting bagi manajemen.
    • Informasi mengenai segmen pasar dan perilaku customer
    • Informasi mengenai pesaing,bermanfaat dalam rangka mengetahui data mengenai kualitas produk,pemasaran,latar belakang personalia,dan karakteristik proyek-proyek yang ditangani.
    • Pelanggan setia
    • Pengembangan produk untuk mengikuti selera pasar.
    1. Ancaman
    • Kenaikan pajak, peraturan pemerintah yang berdampak pada meningkatnya biaya perusahaan
    • Lemahnya pemasaran dan pelayanan terhadap customer.

    1. KESIMPULAN

    1. Analisis situasional berpengaruh positif terhadap sistem pengendalian manajemen, yaitu dapat meningkatkan efektivitas sistem pengendalian manajemen karena semakin efektif pengendalian manajemen makin kecil resiko yang akan diterima oleh manajemen, sehingga risiko tidak tercapainya tujuan organisasi dapat diperkecil.
    2. Terapkan  SWOT (Strength Weakness Opportunity Threat) pada analisa kondisi awal.
    3. Dengan mengetahui kondisi lingkungan internal dan eksternal yang mempengaruhi usaha, akan dapat ditentukan mana saja yang menjadi persoalan dan perlu diubah untuk meningkatkan kualitas perusahaan.

    DAFTAR PUSTAKA

    Kotler, P. 2000. Marketing Management, Pearson Education Pte ltd, Singapore.

    Kotler, Philip and Nancy Lee, Social Marketing, Improving Quality Life.

    Pusdiklatwas BPKP, Sistem Pengendalian Manajemen, Modul Diklat        Pembentukan Auditor Anggota Tim Terampil, Edisi Ketiga, 2002.

    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.